Oleh: nizaar | 27 Januari 2009

Kiat-kiat di warnet

Kiat-kiat di warnet

Ketika di warnet, beberapa orang tidak memperhatikan apa saja yang mereka perlukan. Akibatnya banyak uang terbuang percuma guna membayar sambungan online berjam-jam tapi hanya mendapat manfaat yang sedikit.

Dalam saat lain, ada pula orang yang mengalami kejadian tidak mengenakkan karena terinfeksi virus di flashdisk-nya atau kejadian lain yang semakna.

Berikut ini saya sampaikan beberapa kiat di warung internet. Selamat menyimak.

1. Pilih warnet

Dari pengalaman pindah-pindah warnet, kita bisa tahu warnet mana yang bagus. Di antara kriteria yang bisa jadi ukuran:

a. Kecepatan akses

Ini yang utama, pilih warnet yang punya kecepatan akses paling cepat di antara yang lain. Hal ini berguna ketika kita perlu buka banyak halaman web dalam satu waktu. Rugi juga kan, kalau bayar sama tapi dapat warnet yang lambat banget aksesnya.

b. Keamanan data

Beberapa warnet memakai DeepFreeze untuk melindungi sistem dari virus. Ya, memang berfungsi ketika komputer di restart secara berkala. Tapi ketika virus menyebar di jaringan, kita tidak bisa berharap cukup banyak dengan “beruang kutub” ini. Sekali tancap flashdisk, mungkin saja virus atau worm langsung menular.

Selain itu kita juga perlu privasi data. Rugi kan kalau kita dah download file rekaman kajian ternyata dihapus oleh user lain yang sedang aktif di jaringan. Di antara sebabnya adalah semua user memakai folder yang sama, yang disediakan oleh server warnet tentu saja.

c. Pembatasan

Ini yang agak penting, karena banyak sekali warnet yang membatasi akses user. Baik untuk buka drive tertentu, task manager, run, control panel, command prompt. Malah ada juga yang memblokir file aplikasi untuk dijalankan oleh user secara tersendiri.

Pernah saya alami ketika membuka restriksi di registry, ternyata warnet dilengkapi “senjata kedua”, yakni menutup beberapa aplikasi tertentu yang mungkin dilakukan dengan membaca caption window-nya. Ketika menjalankan command prompt, langsung ditutup paksa, repot juga kalau begini.

d. Ruang data

Yah, tidak semua user yang masuk box warnet cuma ingin online saja. Beberapa juga memakai ruang kosong hardisk untuk melakukan aktivitas yang sulit dilakukan di rumah. Saya contohnya… ^_^

Berhubung ruang di hardisk komputer saya di rumah sangat terbatas, terpaksa mengerjakan “misi” di warnet. Saya pernah membuat kostumasi instalasi windows dan konversi audio di warnet langganan saya. Selain kecepatan prosesor yang lebih tinggi, ruang hardisk yang kosong juga jauh lebih banyak.

Sayang juga kalau ada fasilitas ruang data yang besar terus tidak dimanfaatkan… ^_^

e. Fasilitas

Ini perlu diperhatikan kalau kita ingin memakai flashdisk, butuh speaker untuk mendengar kajian online, atau butuh koneksi bluetooth ke handphone. Pilih warnet yang bisa “mencukupi” kebutuhan kita saat beraktivitas di sana.

2. Gunakan aplikasi pilihan

Kebanyakan admin warnet tidak memperhatikan kualitas aplikasi yang ada di sistem mereka. Yang perlu kita ingat sebagai user antara lain:

a. Browser

Kalau warnet cuma menyediakan Internet Explorer, ada baiknya kita membawa installer browser sendiri dari rumah. Berdasar pengalaman, Internet Explorer tidak cukup “bertenaga” untuk browsing online. Sebagai alternatif, saya membawa installer Google Chrome dari rumah.

b. Download manager

Browser yang ada saat ini tidak cukup cepat untuk melakukan proses download. Pada saat inilah kita membutuhkan download manager. Untuk hal satu ini, kita juga perlu membawa installer-nya dari rumah.

Di antara download manager yang beredar adalah DownloadAccelerator, Internet Download Manager, Flashget, atau yang lainnya.

c. “Alat perang”

Tidak ada hubungannya dengan perang dalam arti sesungguhnya, tetapi ini kita pakai ketika ada keadaan mendesak.

Contohnya saat kita ingin scan virus, kita bisa membawa antivirus portable seperti Ansav, atau SmadAV. Atau ketika kita dibatasi lewat registry, kita pakai Dial ‘a Fix dan sebagainya, berdasar keadaan di warnet saja.

3. Keamanan saat online
Iah, ini dari usulan mas Ebta ^_^
a. menghindari keylogger
Ada beberapa cara ringan untuk melewati keylogger:

1) memakai on screen keyboard, dari menu Run ketik OSK terus enter,
itulah on screen keyboard, bisa anda pakai untuk mengisi form
login akun email atau pun masuk ke forum

2) membawa file password dari rumah, yakni file yang berisi tulisan
password kita. Saat ingin login ke akun email kita tinggal copy
& paste saja password-nya

Sebenarnya ada cara sederhana yang lain, karena pada prinsipnya kita
akan menghindari perilaku keylogger yang menangkap ketukan dari keyboard.
Di antara teknis sederhana adalah mengkombinasikan antara keyboard
dengan mouse pada saat “type and delete”, silakan berinovasi…^_^

b. mewaspadai cache milik browser
Sebelumnya apa gunanya sebuah cache? Cache berguna untuk menyimpan
file-file dari halaman yang kita kunjungi supaya pada saat kita
melakukan “kunjungan” berikutnya kita tidak perlu mengambil file-
file tersebut dari server, sehingga proses loading halaman terjadi
lebih cepat.
bahayanya, browser akan menyimpan file temporary yang berisi banyak
hal. di antaranya gambar-gambar dari halaman yang pernah dikunjungi,

Cara yang saya ketahui:
1) jangan menyimpan password pada browser. contoh jelasnya, ketika
anda login ke akun email dan menekan tombol “Login”, browser akan
menanyakan apakah ingin menyimpan password di browser ataukah
tidak. semestinya kita tidak menyimpan password pada saat ini, karena
bisa saja orang lain akan memakai browser yang sama dan ingin login
ke penyedia layanan yang sama (email misalnya) sehingga dia bisa
mengambil pasword kita yang tersimpan di browser.

2) memakai browser portable, contohnya firefox portable, bisa diambil
dari _http://www.portableapps.com
jalankan fiirefox portable dari folder tertentu, sehingga setiap
file temporary akan tersimpan di dalam folder yang sama

3) memakai Sandboxie, bisa didapat dari _http://www.sandboxie.com
Instal Sandboxie-nya dan selesaikan proses instalasi.
Jalankan browser kita dengan cara klik kanan, terus pilih “Run
Sandboxed”
Mulai saat ini, setiap file yang diambil atau disimpan oleh
browser akan disimpan di folder milik Sandbox. Dan tentu saja
hasil unduhan yang prosesnya dilakukan oleh browser juga akan
tersimpan pada folder itu pula.
Ketika anda ingin mengakhiri browsing, anda bisa membuka folder
sandbox dan mengambil file hasil unduhan atau halaman website
yang anda simpan.
selanjutnya, kita bisa menghapus “Contents” yang ada dalam folder
milik sandbox, sehingga file cache dari browser ikut terhapus… ^_^

Iklan

Responses

  1. Oh ya mungkin perlu ditambahkan masalah keamanan (security), jangan lupa membersihkan Clear Private Data, cek jika ada keylogger ( untuk warnet yg tidak memakai deepfreeze dan sejenisnya)..
    Bisa-bisa ketika login baik email atau account lain, user & password bisa diketahui orang lain


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: